Minggu, 31 Januari 2010

Cerita, "Biarlah Tuhan Menilaimu"

1 komentar
Alkisah, seorang Ayah dan anak sedang perjalanan jauh sambil menuntun onta yang terlihat beberapa barang yang diletakkan diatas Onta tersebut..., sampai mereka berpapasan dengan seseorang pedagang pertama. Dia berkata,

"Dasar bodoh kalian... onta yang kuat dan kekar itu kok tidak dinaiki oleh salah satu dari kalian? Dasar Bodoh!"

Sang ayah kaget, dan menyuruh sang anak untuk naik onta tersebut. Tak lama kemudian mereka berpapasan dengan pedagang kedua. Dia Berkata,

"Emang anak tak tau diri, masak Ayahnya dibiarkan berjalan menuntun onta yang dinaiki anaknya...!"

Sang Anak kaget, kemudia dia mempersilahkan ayahnya untuk naik onta. Tak lama kemudian mereka berpapasan dengan pedangang ketiga. Dia berkata,

"Wah... wah... tega nian ini sang Ayah... masak anak yang belum besar ini disuruh menuntun onta, sedang ayahnya bersantai diatas onta...?"

Sang Ayah kaget, kemudian mengajak anaknya untuk naik bersama-sama ke atas Onta. Hingga mereka bertemu dengan pedagang ke empat. Dia berkata.

"Dasar manusia-manusia tidak berperikehewanan! Onta kok dinaiki oleh dua orang dan barang-barang?... kasihanilah onta tersebut...!"

Kemudian sang ayah berkata kepada anaknya, "Anakku, memang ketika kita mengharap nilai dari manusia, maka akan seperti ini.... tidak jelas..., maka biarlah Tuhan yang menilai kita...!"

~~~

Sahabatku, Biarlah Tuhan Menilaimu...

Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi, tetaplah berbuat baik.

Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.

Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.

Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka.

Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik.

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki, dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.

Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu.

Salam Motivasi...!



Cerita, "Senandung Kehidupan"

1 komentar
Saya mungkin bukan penggemar lagu dangdut. Namun, 1 jam agaknya waktu yang terlalu sebentar buat saya untuk menikmatinya.

Suatu ketika, saya harus pulang walau larut malam. Sebenarnya, itu bukan saat yang tepat untuk pulang. Sebab, hari itu adalah hari yang menyebalkan dan menyedihkan. Nilai tes saya gagal,tidak ada kesempatan untuk mengikuti SPMB karena jadwal tes yang sama, dan beberapa hal lain yang membuat saya kesal. Memang, hari itu bukanlah hari terbaik buat saya.

Karena sudah terlalu larut, tak ada yang lagi kendaraan yang bisa mengantar saya ke rumah saudara yang letaknya agak jauh dari jalan. Tak ada ojek, apalagi angkot yang lewat. Lengkaplah sudah "penderitaan" ini. Lelah, kesal, dan perasaan marah, berkumpul pada saat itu. Saya lihat jam waktu itu sudah berada pada pukul 11.

Ditengah perjalanan, di sela-sela gang, saya bertemu dengan orkes pengamen jalanan. Suasana riuh saat itu. Lewat lagu dangdut yang mereka senandungkan, ada banyak orang yang berjoget, menari, dan ikut bernyanyi bersama pengamen itu. Dengan hanya bermodal gerobak dorong yang diisi dengan perangkat suara sederhana, mereka tampak bergembira menikmati malam itu.

Saya berhenti, dan memperhatikan mereka. Duh, begitu senang dan bahagia. Saya lihat lagi tawa yang mereka lepaskan. Begitu bebas. Begitu kontras dengan suasana hati saya malam itu. Ketipung dan Tamborine yang mereka mainkan, melagukan senandung yang meriah. Ada beberapa pria yang berjoget, juga beberapa anak jalanan. Asyik dan seru.

Saya masih tetap terpaku, dan tersihir akan kebahagiaan yang mereka pancarkan. Saya lihat wajah-wajah lelah, namun bahagia, dalam gurat-gurat muka mereka. Ah, pastinya mereka adalah orang-orang kecil, yang bekerja keras di siang hari, dan sedang melepaskan lelah di malam ini. Saya tatap mata-mata mereka. Mata-mata yang bahagia, walau hanya mampu menonton orkes kampung, dan bukan konser di panggung gemerlap.

Tak ada spotlight dan efek kabut dalam pentas ini. Yang ada hanya cahaya bulan, dan asap rokok yang mereka hisap. Tak ada gitar elektris, dan piano yang berdenting. Yang ada hanya ketipung dan tamborine yang digoyangkan. Tak ada bintang-bintang top malam itu. Yang ada hanyalah kuli-kuli bangunan, pekerja kasar, tukang-tukang becak, dan anak jalanan. Namun, "orkestra" malam itu, terasa lebih indah.

Saya masih tersihir dan menikmati lagu-lagu dangdut yang mereka mainkan. Ah, wajah-wajah itu kembali tergelak tertawa. Bejoget, berputar, meliuk-liuk, dan bergoyang, memutari gerobak dorong itu. Dduh, tangan-tangan itu kembali menari. Menjulang, mengalun, melambai seperti angin yang menghembus.

Tuhan, memang Maha Adil. Dia selalu datang dengan cara-cara yang tak terduga. Dia sedang menasehati saya dengan orang-orang kecil ini. Kebahagiaan yang mereka senandungkan, dapat meredam suasana hati saya malam itu. Lewat gendang ketipung dan kecrekan tamborine, mereka "membagikan" saya ketenangan agar terbebas dari rasa kesal ini.

Saya merasa iri dengan mereka, yang dapat berbahagia dengan apapun yang mereka miliki. Senandung, dan lagu-lagu kehidupan yang mereka lantunkan, adalah cerita tentang kebahagiaan yang tak pernah habis. Alunan bait-bait syair kehidupan yang mereka ucapkan, layaknya kisah tentang semangat pantang menyerah yang selalu mereka lakukan.

Tak terasa, sudah 1 jam berlalu, dan saya masih terpaku disana. Ah, mereka begitu jujur dan ikhlas menitipkan saya bahagia. Sambil diam-diam merasa iri dan cemburu dengan mereka, saya melangkah kembali pulang. Terima kasih kuli-kuli bangunan, tukang-tukang becak, anak-anak jalanan, ketipung, tamborine, gitar kayu, speaker tua, gerobak dorong, rembulan, dan bahagia-bahagia itu."

"Sekali lagi, terima kasih".

***

Sahabat, begitulah. Sikap dan perilaku yang kita lakukan, adalah layaknya senandung-senandung dalam hidup. Lantunan sifat yang kita perbuat, adalah layaknya suara-suara lagu yang mengalun. Ucapan dan pikiran-pikiran kita adalah seperti nada-nada yang sedang kita mainkan.

Namun, senandung macam apakah yang sedang kita lagukan? Adakah senandung-senandung marah dan kesal yang kita lontarkan? Lalu, lantunan lagu macam apa yang kita alunkan? Apakah lantunan dengki dan kesal? Nada-nada apakah yang sedang kita mainkan? Nada-nada sumbang, parau dan serak?

Adakah kita sedang melagukan "senandung-senandung" bahagia dan damai? Adakah, kita sedang melantunkan "lagu-lagu" ikhlas dan jujur? Atau, adakah kita sedang memainkan nada-nada indah sabar dan tawakal? Adakah itu semua dapat memberikan bahagia pada orang-orang di sekeliling kita?

Sahabat, lagu dan senandung kehidupan yang sedang kita dendangkan, adalah cermin bagi jiwa kita. Manakah yang Anda pilih? Senandung, alunan lagu, dan nada-nada damai dan nyaman? Ataukah senandung sumbang, alunan lagu benci dan dengki, atau nada-nada marah dan kesal?

Anda sendirilah yang akan menjadi komposer bagi semua itu. Padukanlah dengan indah.

Terima kasih telah membaca dan semoga menjadi inspirasi Sahabat hari ini....

Salam Motivasi!!!


Cerita, "Secangkir Teh Pembawa Sial"

1 komentar
Tak seperti biasa sebut saja Budi (bukan nama sebenarnya) memulai harinya dengan wajah yang lesu. Semalam ia harus menyelesaikan tugas matakuliah karena memang esok adalah hari terakhir mengumpulkannya. Raut lesu dan sayup terlihat jelas karena baru jam 3 pagi ia baru bisa terlelap.Padahal jadwal kuliah dimulai pukul delapan pagi.

Pagi itu, sang ibu yang memaksa Budi untuk bangun dan tak lupa ibunya menyiapkan sarapan ala kadarnya untuk keluarga. Menjadi kebiasaan dikala pagi, Budi sekeluarga sarapan bersama.

Namun, tak disangka pagi itu, saat sarapan, adik perempuannya menumpahkan secangkir teh tepat disamping Budi. Tak pelak Budi terhenyak, dan segala umpatan dan emosi keluar dari mulut Budi. Akibatnya sang adik pun menangis dan menyebabkan ketinggalan naik bis sekolah. Budi pun terpaksa harus mengantar adiknya karena jarak sekolahnya cukup jauh.

Kegiatan yang semula direncanakan mulai berantakan. Budi pun harus merelakan waktunya untuk mengantarkan adik. Di jalan ia memacu laju kendaraannya begitu cepat dan berbahaya.Namun sayang,jam sekolah telah dimulai dan adiknya pun dianggap telat oleh gurunya.

Hari itu menjadi hari terburuk Budi. Berawal dari teh yang tumpah,seakan-akan menjadi kutukan dalam kejadian-kejadian berikutnya. Sang adik telat, ia pun juga. Bahkan yang lebih parah, Budi kena tilang karena menerobos lampu lalulintas dan mengendarai motor melampaui batas kecepatan.
"kalau tau begini, tadi gak usah sarapan saja,," begitulah ungkapan sesal Budi.


***

Sahabatku, apa yang telah terjadi diatas, atau mungkin dengan versi yang berbeda dengan apa yang kita alami sehari-hari adalah wujud dari ketidaksempurnaan kita untuk menguasai apa yang/akan kita lakukan.

Sahabatku, bukanlah salah karena Budi ditakdirkan menerima tumpahan teh dari adiknya namun reaksi setelah itu yang menjadi penentu kenapa Budi bernasib buruk.

"10% kehidupan dibuat oleh hal-hal yang terjadi terhadap kita."
"90% kehidupan ditentukan oleh bagaimana kita bereaksi/memberi respon."

Kita sungguh-sungguh tidak dapat mengontrol 10% kejadian-kejadian yang menimpa kita. Kita tidak dapat mencegah kerusakan mobil. Pesawat mungkin terlambat, dan mengacaukan seluruh jadwal kita. Seorang supir mungkin menyalip kita di tengah kemacetan lalu-lintas. dan Kita tidak punya kontrol atas hal yang 10% ini.

Namun yang 90% lagi berbeda. itu adalah reaksi kita. Kita tidak dapat mengontrol lampu merah, tapi dapat mengontrol reaksi kita. Kita tidak dapat mengontrol jatuhnya sebuah cangkir, namun kita dapat mengendalikan reaksi! kita!

Kenapa Budi?
Karena reaksinya pagi itu.

Kenapa hari nya buruk?
a) Karena secangkir teh yang tumpah?
b) Kecerobohan adiknya?
c) Polisi yang menilang?
d) Karena dirinya sendiri?

Jawaban-nya adalah D.

Budi tidak dapat mengendalikan tumpahnya teh itu. Namun bagaimana reaksi-nya 5 detik kemudian itu, yang menyebabkan harinya menjadi buruk.

Ini yang mungkin terjadi jika ia bereaksi dengan cara yang berbeda.

Teh tumpah di kemejanya. Adiknya sudah siap menangis. namun ia bisa dengan Lembut berkata : "Tidak apa-apa sayang/adik, lain kali kamu lebih hati-hati ya".

Budi pergi mengganti kemeja dengan tenang dan melihat sang adik sedang naik ke dalam bus sekolah. Budi dapat tiba di kampus 5 menit lebih awal karena tidak perlu berurusan dengan polisi, dan dengan riang Menyalami para kawan..

Lihat perbedaannya. Dua skenario yang berbeda. Keduanya dimulai dari hal yang sama, tapi berakhir dengan hal yang berbeda.

Kenapa?
Karena REAKSI kita. Sungguh kita tidak dapat mengontrol 10% hal-hal yang terjadi.Tapi yang 90% lagi ditentukan oleh reaksi kita.

Terima kasih telah membaca dan semoga reaksi kita bisa lebih baik dalam menyikapi hal-hal diluar kehendak dan keinginan kita. Ingat Tuhan punya rencana indah buat hamba-hambaNya,namun IA pun berhak menilai seberapa jauh hambanya yang bertakwa...
SALAM MOTIVASI...


Minggu, 24 Januari 2010

Cerita, "Raja yang menjadi tukang kebun"

1 komentar
Alkisah adalah seorang raja yang sangat besar kekuasaannya. Oleh karena kehidupan yang mewah dan serba cukup tidak membuat ketenangan kepada jiwanya. Sang raja akhirnya memilih untuk hidup sebagai rakyat biasa dengan menyamar sebagai tukang kebun.

Sang Raja akhirnya bekerja di salah seorang saudagar kaya yang mempunyai kebun delima yang cukup luas. Ia pun menjaga kebun itu dengan patuh dan rajin. Suatu hari datanglah tuan kebun itu dan meminta pekerja kebun membawakan sebiji delima yang masak lagi manis kepadanya. Pekerja itu pun segera menuju ranting-ranting delima untuk mencari buah delima yang paling masak.


Kemudian tuannya memakan delima tersebut, air mukanya berubah. Kemudian berkata: "Wahai pekerjaku tolong bawakan kepadaku sebiji delima yang lebih manis dari ini."

Sekali lagi, sang raja yang menjadi tukang kebun tadi pergi mencari buah delima yang lain tanpa mengetahui mengapa tuannya menyuruh dia membawakan sebiji lagi. Setelah buah yang diberikan kepada tuannya itu dimakan, dengan spontan buah itu dibuang oleh tuannya itu.

Oleh karena terlalu marah sebab buah yang dimakannya itu ternyata masih masam, ia pun berkata dengan suara yang keras: "Wahai pekerja! Heran sekali aku melihat engkau. Sudah begini lama engkau menjaga kebunku, tidakkah engkau tahu yang masam dan manis?"
Lalu jawab sang raja tadi dengan suara yang lemah dan sopan : "Tuan, bukankah saya ini diamanahkan untuk menjaga kebun supaya sentiasa subur buah-buahan, tetapi tuan tidak memberi izin kepada saya untuk mencicipi buahnya."

Betapa terkejutnya tuannya itu setelah mendengar jawaban tersebut. Tidak terduga sama sekali akan besarnya sifat amanah yang ada pada tukang kebunnya itu. Namun, alahngkah terkejutnya sang tuan tatkala mengetahui bahwa pekerja kebunnya adalah seorang raja mahsyur yang memang tengah mencari kehidupan sebagai rakyat biasa.

Sang tuan pun akhirnya menyadari bahwa memang pantaslah ia menjadi seorang raja yang terkenal bijak seantero negri. Jadi rakyat kecilpun beliau bisa betul-betul menjaga pekerjaannya walau sangat sepele. Ia pun segera meminta maaf dan sekaligus mendoakan sang raja.



(diilhami dari kisah Ibrahim bin Adham)

****

Sahabatku, kisah tersebut diatas merupakan salah satu refleksi bagaimana seorang manusia dengan sangat amanah dalam menjalani pekerjaannya. Bagaimana dengan kita ?
tentu para sahabat sangat mengerti bagaimana seharusnya kita menjaga amanah dalam setiap pekerjaan. sekecil apapun itu, namun nilainya sangat berharga. Dari seorang pekerja bahkan pemimpin pun sangat diperlukan sikap ini.

Kembali kepada hati nurani masing-masing, bagaimana kita bisa jujur sekecil apapun dengan apa yang kita lakukan, Tentu Tuhan lah yang menilai dan membalas apa yang kita lakukan.

Sahabatku, sederhana namun bermakna,,,"mulai dari diri kita sendiri dan mulai lah saat ini" (Aa Gym mode on)..^_^

Terima kasih telah membaca dan semoga selalu semangat dalam menjalani hidup..
SALAM MOTIVASI !!!

Cerita, "Lalat dan Semut"

4 komentar

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

"Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar," katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan.

Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai. Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, "Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?" "Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.

" Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, "Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?"

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, "Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama." Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, "Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini."

"Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda."

dari http://sahabatz.blogspot.co

Selasa, 19 Januari 2010

Cerita, "Kisah Nyata Mantan Bintang Porno SHELLEY LUBBEN"

1 komentar
Sebuah kisah dari seorang bintang film porno yang kini sudah bertobat. Dan saat ini Shelley aktif mengkampanyekan untuk meninggalkan dunia porno. Berikut adalah penuturannya. Jika anda penasaran dengan kisah ini berkunjunglah ke situsnya di shelleylubben.com

Gadis cantik, tubuh sexy, dan mata yg membangkitkan gairah seakan-akan berkata "aku menginginkanmu". Itu yg biasa kamu lihat di cover film porno, bisa jadi itulah tipuan terbesar sepanjang masa. Percayalah, Aku tahu. Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku melakukannnya karena "nafsuku" akan kekuasaan dan kecintaanku kepada UANG.

Aku tidak pernah menyukai sex. Bahkan Aku tidak menginginkannya dan faktanya aku lebih banyak minum "Jack Daniels" daripada bersama para pria yg dibayar seperti aku untuk "berpura-pura" di film. Ya Benar tidak ada diantara kami – gadis-gadis blonde yg menyukai "being in porn movie". Kami benci disentuh oleh orang asing yg sama sekali tidak peduli dengan kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki dengan keringat dan bau busuknya.

Beberapa diantara kami sering sampai muntah di kamar mandi saat break syuting. Sedangkan yg lainnya berusaha menenangkan diri dengan merokok Marlboro tanpa henti. Tapi industri porno ingin agar "KAMU" selalu berpikir kalau kami artis porno sangat menyukai sex.

Mereka ingin kamu percaya bahwa kami senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis adegan di film. Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan yg akan mereka lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting dan kami hanya diberi dua pilihan oleh produser : "Lakukan atau Pulang Tanpa Bayaran. Kerja atau tidak akan bisa kerja lagi."

ya memang benar kami punya pilihan. Beberapa diantara kami memang sangat memerlukan uang. Tapi kami dimanipulasi, dipaksa bahkan diancam. Beberapa diantara kami terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau tertular herpes dan berbagai macam penyakit kelamin lain yg sukar disembuhkan. Salah seorang artis film porno setelah syuting dgn menahan sakit sepanjang hari setelah sampai dirumah menembak kepalanya dengan pistol. Mati

Kebanyakan dari artis porno mungkin berasal dari keluarga yg berantakan dan pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari keluarga atau tetangganya sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin bermain dengan boneka, bukan mendapatkan trauma saat seorang laki-laki dewasa berada diatas tubuh kami. Jadi sejak kecil kami belajar bahwa sex bisa membuat kami berharga.

Dan dengan semua pengalaman mengerikan itu kami menipu kalian di depan kamera padahal sebenarnya kami membenci di setiap menitnya. Karena trauma itu kebanyakan artis porno hidupnya tergantung kepada alkohol dan narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan akan terjangkit HIV atau penyakit kelamin lainnya. Herpes, gonorrhea, syphilis, chlamydia, dll setiap hari menghantui kami.

Memang setiap bulan kami diperiksa tapi kamu tahu kalo hal tersebut tidak akan bisa mencegah kami tertular penyakit-penyakit mematikan itu. Selain penyakit, adegan syuting tdk kalah mengerikannya, banyak dari kami mengalami luka sobek atau luka pada organ tubuh bagian dalam kami. Diluar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yg normal.

Tapi sangat sulit menjalin hubungan yg normal dengan laki-laki *biasa*, maka dari itu kebanyakan dari kami menikah dengan sutradara film porno atau menjalani hidup sebagai lesbian. Buat aku momen yg gk akan terlupakan adalah ketika tanpa sengaja anak perempuanku melihat ibunya yg telanjang sedang berciuman dengan gadis lain.

Anakku pasti akan terus mengingatnya juga. Pada hari yg lain kami bisa berubah seperti zombie dengan botol bir di tangan kanan dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tdk suka bersih-bersih jadi sering kali kami harus menyewa pembantu untuk membersihkan kotoran kami. Selain itu artis porno benci memasak sendiri.

Biasanya kami memesan makanan yg kemudian kami muntahkan lagi karena kebanyakan dari kami menderita *bulimia*. Bagi artis porno yg memiliki anak, kami adalah ibu yg paling BURUK. Kami menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali saat kami begitu mabuknya sampai-sampai anak kami yg berumur 4 tahun yg menyeret kami dari lantai.

Dan ketika ada tamu (kebanyakan karena alasan sex) kami harus mengunci anak kami terlebih dulu dikamar dan menyuruh mereka untuk diam. Kalau aku biasa membekali anak gadisku dengan *pager* dan kusuruh dia menungguku di taman sampai aku selesai dengan tamuku. Kebenarannya ada di luar sana….

*Tidak Ada Fantasi di Porn Industry. Semua Tipuan... Kalo kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film porno mungkin kamu akan kehilangan minat menonton film porno. Kenyataan sebenarnya kami artis film porno ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua trauma dalam hidup kami. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya sendiri.

Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan kebebasan dan kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami menghapus air mata dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami berharap kalian mau berdoa untuk kami dan semoga Tuhan akan mendengar dan mengampuni semua kesalahan kami di masa lalu.
Porn Movie tidak lebih dari Sex Palsu dan Tipuan Kamera. Percayalah…….!