Jumat, 23 April 2010

Cerita, "Kekuatan Belas Kasih"

0 komentar
Di India utara ada sebuah desa yang memiliki kondisi alam kurang bersahabat, membuat desa hidup dalam kemiskinan. Untuk mencari makanan sehari-hari penuh dengan perjuangan. Semua orang ingin mengubah keadaan tapi tidak ada yang tahu bagaimana melakukannya.

Tidak jauh dari desa tersebut ada sebuah jalan antar kota. Karena kondisi jalan jelek, banyak mobil dan truck yang jatuh disana. Suatu hari sebuah truk penuh dengan makanan kaleng terguling ke pinggir jalan dan kaleng-kaleng berserakan di mana-mana. Karena sopir terluka, dia menumpang kendaraan menuju ke rumah sakit dan meninggalkan makanan kaleng berserakan di tanah. Ketika penduduk desa menemukan makanan kaleng "gratis", mereka membawanya pulang. Selama beberapa hari setelah kecelakaan itu, setiap keluarga memiliki makanan kaleng di meja makan malam mereka. "keberuntungan" Ini mengilhami para penduduk desa. Sebagai pepatah lama mengatakan : "Bertahan dengan apa saja yang ada di dekat, baik itu gunung atau danau." Sekarang penduduk desa berpikir bahwa mereka bisa hidup dari jalan raya tersebut. Mereka mulai sering pergi ke jalan raya, berharap menemukan truk rusak dan penuh makanan.

Tapi kecelakaan tidak terjadi sesering yang mereka inginkan. Hanya melihat truk makanan datang dan pergi, Penduduk desa kecewa tidak mendapatkan apa-apa. Suatu hari, seseorang datang dengan ide yang cerdik. Mereka pergi ke jalan dengan sekop dan cangkul, dan menggali banyak lubang di malam hari. Tak lama kemudian, lebih dan lebih banyak mobil dan truk pecah ban di sana. Karena jalan yang buruk, truk-truk melaju sangat lambat menghindari terjadinya kecelakaan. Penduduk desa kemudian dengan mudah mengikuti dan mencuri beberapa barang di truk.


Lambat laun, keadaan semakin memburuk. Awalnya, mereka mencuri makanan hanya untuk konsumsi mereka sendiri. sekarang mereka mulai mengambil barang-barang lain dan menjualnya di pasar. Akhirnya, pencurian berubah menjadi murni perampokan. Jalan dekat desa menjadi bagian paling berbahaya di sepanjang jalan raya tersebut. Setiap bulan, polisi menerima beberapa laporan tentang perampokan. Suatu hari, polisi menangkap dua penduduk desa saat mereka merampok sebuah truk dan memenjarakan mereka.

Penahanan itu tidak membuat penduduk desa lainnya jera. Mereka menjadi lebih licik dalam melakukan kejahatan ini. Mereka mengorganisasi diri mereka dan menugaskan orang-orang untuk mengawasi polisi. Setelah perampokan, mereka menyembunyikan barang atau mengubah kemasan sehingga polisi tidak bisa menemukan bukti. Pemerintah lokal mencoba berbagai cara menghentikan tindak kejahatan ini. Karena penduduk sudah terbiasa dengan cara hidup seperti ini, perampokan tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.

Selama satu musim dingin, karena reputasi desa, banyak pengemudi truk menghindari jalan desa dengan memilih jalan memutar. Hasilnya, penduduk desa tidak mendapat apa-apa selama beberapa hari berturut-turut. Suatu hari, sebuah truk penuh dengan pati fosfat lewat. Pati fosfat adalah digunakan untuk industri dan beracun. Para penduduk desa kebanyakan tidak berpendidikan, dan menurut mereka, pati adalah makanan yang bisa dimasak dengan berbagai cara. Jadi, mereka menghadang truk, dan sebagaian meloncat ke atas truk dan mengambil lebih dari 20 kantong.

Pengemudi yang masih muda ini menghentikan truk dan mengejar para perampok. Penduduk desa lainnya mengambil kesempatan ini, mereka membongkar semua kantong-kantong pati yang tersisa. Ketika pengemudi pergi ke desa, ia memohon kepada penduduk desa untuk mengembalikan pati tersebut. Saat ini, semua penduduk desa sudah menyembunyikannya dan tak seorang pun mengaku sebagai pencuri. Permohonan pengemudi ini tidak mendapat perhatian. Akhirnya, ia mengatakan kepada penduduk desa bahwa pati tersebut tidak dapat dimakan dan ini hanya dipakai untuk industri. Orang bisa meninggal jika mereka memakannya, jadi bagi penduduk desa ini adalah tidak bermanfaat. Pengemudi mengatakan kepada mereka kebenaran, tetapi penduduk tidak percaya kepadanya. Bagaimanapun, pati itu kelihatan dan rasanya persis sama seperti pati biasa yang bisa dimakan.

Pengemudi menjadi sangat takut ketika penduduk desa tidak percaya kepadanya. Dia ingin melaporkan kejadian tersebut kepada polisi, tetapi ia juga khawatir seseorang akan memakan pati dan mati. Walaupun ia tidak akan bertanggung jawab atas kematian siapa pun, dia tidak mau seseorang meninggal karena suatu kesalahan bodoh. Dia pergi dari pintu ke pintu untuk memberitahu orang-orang kebenaran, bahkan ia berlutut dan berkata: "Saya tidak peduli tentang pati itu bahkan jika Anda tidak mengembalikannya, hal yang terburuk bukan pada kerugian ekonomi saya. tapi saya memohon kepada Anda untuk tidak memakannya, karena jika tidak, anda akan meninggal. "

Melihat desakan pengemudi itu, beberapa penduduk desa mulai ragu akan diri mereka sendiri. Seseorang memberi makan ayam dengan pati tersebut dan ayam mati dalambeberapa menit. Pengemudi itu mengatakan kebenaran! Penduduk desa terkejut, dan hati mereka sangat tersentuh. Mereka telah mencuri barang-barang pengemudi ini dan seharusnya pengemudi itu membenci mereka. Bahkan jika mereka mati karenapati beracun, mereka merasa pantas mendapatkanya. Namun pengemudi ingin menyelamatkan nyawa mereka yang sangat buruk, dia bahkan memohon dengan berlutut kepada mereka . Ini semacam rasa cinta dan belas kasih, serta kerendahan hati membuat penduduk desa merasa malu.

Penduduk desa mengembalikan semua pati ke truk. Sejak hari itu, orang-orang di desa tidak pernah merampok truk lagi. Ketika seseorang tergoda untuk mencuri, yang lain akan berkata: "Pikirkan tentang orang baik. Kita merampok dia, tetapi ia menyelamatkan hidup kita. Apakah kita masih ingin melakukan hal buruk ini? Apakah kita benar-benar jahat? "

Sekarang jalan dekat desa ini menjadi aman kembali. Setelah semua upaya-upaya penegakan hukum dan persuasi pemerintah gagal, pengemudi muda dengan belas kasih mengubah segalanya.

(Sumber : ERA BARU)


Sahabat, kebiasaan orang-orang dapat diubah jika kita tahu bagaimana mendekati mereka. Belas kasih dapat bangkit dalam diri orang jika itu dilakukan dengan tepat. Ada belas kasih dalam hati setiap orang, tetapi satu-satunya cara untuk beresonansi dengan hal tersebut adalah melalui belas kasih. Jika kita ingin orang lain menjadi baik, kita yang pertama menunjukkan rasa belas kasih kepada mereka. Tidak peduli seberapa jahatnya orang itu, belas kasihnya dapat dibangkitkan dan ia dapat membuang pikiran – pikiran jahatnya. Kami percaya setiap orang memiliki belas kasih dalam hatinya, dan jika kita semua mampu menunjukkan kepada orang lain, dunia akan menjadi tempat yang indah.

Trimakasih sahabat telah membaca,... Selamat Berbagi Belas Kasih, bukan hanya sesama manusia, akan tetapi hewan dan tumbuhanpun berhak belas kasih kita.... Saya yakin merekapun merasakannya. Tak heran jika dalam riwayat Tuhan menjajikan surga, kepada seorang pelacur lantaran dia pernah memberikan minum dengan tulus, seekor anjing yang kehausan dipadang pasir.

Salam Motivasi...! ^_^

Certa, "Filosofi Burung Angsa"

2 komentar
Sebuah renungan bagi kita semua

Kalau kita tinggal di negara empat musim, maka pada musim gugur akan terlihat rombongan burung angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Burung-burung angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf "V". Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan burung angsa tersebut terbang dengan formasi "V".

Fakta:

Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan "daya dukung" bagi burung yang terbang tepat di belakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah payah untuk menembus “dinding udara” di depannya. Dengan terbang dalam formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.

Pelajaran:

Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi dalam komunitas mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.

Fakta:

Kalau seekor burung angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung di depannya.

Pelajaran:

Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor burung angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan di depan. Kita akan mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama.

Fakta:

Ketika burung angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan burung angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.

Pelajaran:

Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya burung angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.

Fakta:

Burung-burung angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada burung angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

Pelajaran:

Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

Fakta:

Ketika seekor burung angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua burung angsa yang lain akan ikut keluar dari formasi bersama burung angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka akan tinggal dengan burung angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Pelajaran:

Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor burung angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya baik.

Jadi apa keuntungan yang kita dapat dari perdebatan takberujung karena perbedaan? Bukankah lebih baik kita bahu membahu saling mengisi kekurangan kita? Mencari solusi terbaik bersama-sama disaat kita berbeda pandangan? Ingatlah kawan, bangsa ini bukan hanya milik kita tapi milik penerus & keturunan kita juga. Akankah kita mewariskan bangsa ini pada penerus kita bangsa yang carut marut tanpa arti? Jawabannya ada pada sahabat sekalian.

"Burung angsa pun bisa melakukannya, bagaimana dengan kita, sahabat?"

Semoga filosofi ini bermanfaat buat kita semua.

Terimakasih telah membaca,... Salam Motivasi.

Rabu, 14 April 2010

Cerita, "Lihat Jam Dinding itu!"

2 komentar
Sahabat,…

Ada salah satu pengalaman menarik, ketika saya menuntut ilmu di pondok pesantren. Sebuah kata-kata yang sangat menggugah diri hingga saat ini. Saya yang dahulu orangnya sangat minder, pemalu, Alhamdulillah terpicu untuk menjadi orang yang berani tampil dan berbicara didepan banyak orang.

Mungkin diantara sahabat sekalian ada yang minder untuk tampil didepan banyak orang seperti saya dahulu. Hmm… semoga cerita ini bisa mengurangi minder anda, dan memicu keberanian anda…


Sahabat, saat itu saya masih duduk di kelas satu, Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pondok Pesantren Al Mukmin Solo, sebuah pendidikan setingkat dengan SLTP/SMP saat itu. Saya yakin anda kenal dengan pondok tersebut. Pondok tersebut populer dengan nama pondok Ngruki.

Ya, anda benar, sering media mengaitkan dengan terrorist saat itu, karena ada segelintir alumni dari ratusan ribu alumninya menjadi pelaku terorris. Ah, sebuah kesimpulan yang terburu-buru menurutku, hingga mereka menuduh pondok kami mengajarkan terorisme. Ah, terserah mereka saja… saya cuma berusaha membuktikan dengan diri saya sebagai salah satu alumni. Dengan sikap saya, bahwa pernyataan itu tidak benar. Bahkan berbalik 180 derajat!... Because, My Name is Jihad, anda I am not a terrorist…!!! (he he… masih terniang dan teringat film “My Name is Khan” yang saya tonton kemarin. Yang belum nonton… saya sarankan nonton. Nggak bakalan nyesel Insya Allah)

Loh kok malah ngelantur…, mohon maaf sahabat. Kembali ke topik pembicaraan awal. Saat itu kami semua para santri berkumpul di masjid seusai sholat berjamaah. Kami semua menunggu ketua IST (kalau di sekolah negeri bernama OSIS) akan berceramah. Sebuah ceramah yang sangat berkesan bagiku.

“Kalian sebagai santri harus berani tampil didepan umum!” pekiknya.

“Percaya tidak, bahwa orang yang berani berbicara didepan banyak orang, dia mampu menguasai lebih dari 80% orang yang dihadapannya. Percaya tidak?” tanyanya.

Saat itu kami terdiam sambil mendengarkan perkataannya yang berapi-api penuh semangat.

“Loh, kok malah diam?... Berarti kalian tidak percaya?” tanyanya lagi.

“Oke, kalo begitu… Coba sekarang kalian lihat jam dinding itu!” katanya sambil menunjuk sebuah jam dinding yang menempel tembok di belakang kami.

Penasaran kamipun melihat jam dinding itu. Apa maksudnya disuruh untuk melihat jam dinding biasa itu? Tanyaku dalam hati.

“Nah…! Terbukti kan? Lebih dari 80 % kalian semua melihat jam dinding itu. Hanya yang tidur yang tidak melihat jam itu. Betul?... Sekarang percaya kan?” kata dia puas, dengan senyum lebar, merasa berhasil mempengaruhi kami.

Ow ternyata maksudnya itu. Bibirku tersenyum takjub membenarkan kata-katanya.

Sejak saat itu saya memulai termotivasi untuk berani tampil dan berbicara didepan umum. Tentunya bukan sekedar berani, tapi juga harus didukung dengan pembelajaran tekhnik berbicara dan berpidato. Alhamdulillah, program Muhadoroh, sangat mendukung pembelajaranku. Sebuah program berlatih berpidato. Sepekan dua kali. Setiap hari senin dan kamis sore. Kami semua digilir untuk berpidato menggunakan bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris.

Meja-meja kelas dijadikan satu, menjadi sebuah panggung. Para santri yang tidak mendapat giliran berpidato menjadi penonton. Tak jarang mereka usil mengganggu rasa percaya diri kami. Tapi tak jarang pula mereka menyemangati kami ketika kami, kikuk minder berdiri diatas panggung. Ah, sebuah kenangan indah yang tak terlupakan disana.

~~~

Sahabat…, semoga cerita sederhana ini bisa menjadi inspirasi bagi anda untuk berani tampil di depan umum. Saatnya orang-orang yang baik seperti sahabat-sahabat sekalian harus bergerak memulai perubahan kebaikan itu. Berusahalah menjadikan 80 % orang dihadapan anda jadi lebih baik dari sebelumnya.

Terimakasih telah membaca…, Salam Motivasi…!



Selasa, 13 April 2010

Cerita, "Gaung Kehidupan"

1 komentar
Suatu ketika ada sepasang anak dan ayah menjelajahi sebuah gua.

Tiba-tiba sang anak terjatuh dan menjerit keras, "arggghhhhhhhhhh".
Anak tersebut terkejut, dan sesaat mendengar suara yang berulang suatu tempat di gua itu.: "arggghhhhhhhhhh"

Penasaran, anak itu berteriak,"Siapa kamu?"
Ia mendapat balasan sama, "Siapa Kamu"
Dan kemudian ia berteriak lagi,"Aku mengagumimu"
sedetik kemudian terdengar jelas balasan yang sama.

Marah karena mendengar respon itu, sang anak berteriak,"PENGECUT"
Dia menerima jawaban :"PENGECUT"

sejurus kemudian, sang anak melihat kearah ayahnya dan bertanya,"Apa yang terjadi,ayah?"

Sang Ayah tersenyum dan berkata,"Nak, perhatikan !"

Sang ayah berteriak,"KAMU ADALAH PEMENANG".
Dan suara jawaban terdengar sama persis seperti apa yang diteriakkan sebelumnya.

Kemudian sang ayah menjelaskan kepada anaknya bahwa semua orang menyebutnya 'GAUNG'tapi itulah sebenarnya kehidupan.

"Ia mengembalikan apapun yang kamu katakan dan lakukan".
"Hidup ini sebenarnya adalah pantulan dari apa yang kita perbuat sebelumnya, Nak".


***

Sahabat CCM yang berbahagia,
Kita tidak akan lepas dari apa yang kita lakukan sebelumnya. Semua perbuatan dan perkataan kita bisa jadi akan menentukan apa yang kita dapatkan kelak.

Layaknya Gaung di goa, kita pun tidak pernah lepas dari pantulan-pantulan kehidupan yang mengiringi langkah hidup kita kedepan.

JIka kita berbuat baik, maka bisa jadi kita akan menuai kebaikan kelak.
Namun kebalikannya, jika apa yang kita katakan dan perbuat tidak sesuai maka kelak kita mendapat balasan.

Sama jika kita menginginkan banyak cinta mendampingi hidup kita, maka ciptakan lebih banyak cinta dalam hati kita.

Jika kita inginkan keberhasilan dalam hidup, maka ciptakan suasana-suasana yang membuat kita tetap semangat dalam berusaha, teguh dalam do'a.

Namun, jika kita telah terbiasa berperilaku tidak sesuai, maka kemungkinan hal-hal yang baik takkan kita capai.

Tuhan Maha Adil, sehingga Ia melihat apa yang kita lakukan.

Itu semua akan kembali kepada apa yang kita lakukan kemarin,sekarang atau kelak.

Sahabatku, tetap semangat,,^_^

SALAM MOTIVASI,,!!!

Cerita, "Cat Tembok"

1 komentar
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Salam Sejahtera bagi kita semua...


Sahabatku, apakah kita selalu merasa usaha yang selama ini dilakukan tidak berbuah hasil sama sekali? ^_^

Ada sedikit ilustrasi dalam cerita berikut,,


***

Suatu ketika, ada seorang sahabat yang ingin memperbaharui suasana ruang usahanya dengan mengecat kembali ruangan tersebut. Ia merasa kalau warna cat ruangan itu sudah mulai kusam dan luntur. Kebetulan warna awalnya adalah kuning emas,dan ia hanya ingin mengecatnya dengan warna sama. Berharap kusam dan tidak ratanya cat dulu bisa
tertutup.

Sebenarnya,ia dan rekannya sudah merencanakan ini sejak lama. Karena
sejak renovasi awal, ia merasa masih kurang puas dengan cat temboknya. Padahal, ketika itu mereka berjibaku mengecat siang dan malam.

Semua peralatan sudah disiapkan sebelum hari pengecatan. Semua karyawan diliburkan. Cat tembok yang diinginkan pun telah dibeli. Dan merek cat nya pun sama dengan sebelumnya.

Dengan semangat yang menggebu-gebu mereka mulai mengecat tembok. Namun, alangkah terkejutnya ketika diakhir pekerjaan, tembok yang sekiranya menjadi lebih terang dan indah, terlihat sama tidak berbeda dengan yang lalu. Padahal, mereka telah melapisinya berkali-kali.

Sepertinya, ada yang tidak sesuai dengan perkiraan mereka. Semua teknik dan peralatan rasanya sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan pengalaman mengecat pun pernah dilakoni.

Ternyata, ada hal yang harusnya mereka ketahui. Bahwasanya cat yang digunakan itu tidaklah kualitas seperti yang mereka duga. Banyak orang,
teman,tetangga,saudara mereka sewaktu diminta saran berkata bahwa sebaiknya cat yang digunakan berbeda, dan yang lebih berkualitas. Tentu, harganya juga berbeda. Namun, karena alasan itu pula
mereka mencoba menepisnya.

Akhirnya, mereka mencoba itu, untuk mengganti cat dengan merek yang berbeda. Alhasil, sekali mengusap kuas, warna tembok menjadi lebih terang. Kusam dan tidak rata tertutupi dengan sempurna.

Mereka pun tidak perlu berkali-kali mengecat karena hasilnya telah kelihatan bagus. Dan suasana ruangan itu pun menjadi lebih segar dengan warna yang cemerlang.

Purwo Sucahyo
***

Sahabat CCM,
Terkadang disaat kita ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya, kita tentu
belajar dari pengalaman. Namun ketika itu pula kita sering terlupa akan
hal-hal kecil yang bisa menjadi penentu keberhasilan kita.

Ada strategi,,, kita pernah melakoni semua, kita belajar tentang itu,,,

Ada usaha,,,kita tentu bisa lebih giat...

Ada doa...selalu kita panjatkan,,,

Namun Tuhan punya cara tersendiri membuat kita tersadar akan hal-hal kecil
,,,

itu adalah NASIHAT,,,

Nasihat kepada ketulusan dan kelurusan niat kita,,
apapun itu,,,
sekecil apapun itu,,,
sepahit apapun itu,,,

Nasihat itu bagian dari semangat kita, usaha kita, dan bisa juga jawaban Tuhan akan do'a kita,,,

Sahabatku,
Semangat itu sesuatu yang "inkonsisten", selalu berubah,,tidakbisa selamanya sama dan kuat,,,

DAN KARENANYA ADA NASIHAT,,
yang menjaga semangat itu,
yang bisa memacu semangat kita disaat lemah,lesu,takberdaya,,,

Oleh karena itu,kita selalu diingatkan bahwa hidup adalah untuk saling
menasihati, dalam hal yang baik dan bermanfaat,,,^_^


Sahabatku,,,terimakasih telah membaca,,,semoga tetap semangat ya,,
Salam Motivasi...

Assalamu'alaikum Wr. Wb


Cerita, "Rantai Gajah"

1 komentar
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Salam Sejahtera Untuk Kita semua, Amin

Sahabat CCM yang tetap semangat, Terima kasih atas kesetiaannya dengan Grup ini. Maaf sebelumnya kalau pengiriman cerita kali ini telat, ^_^

Sahabatku, mungkin ada hal yang sampai detik ini membelenggu pikiran kita sehingga kita tak dapat meraih cita-cita atau harapan. Mungkin cerita ini bisa menjadi inspirasi hari ini.

***

Suatu ketika ada sang pawang gajah bercerita tentang bagaimana ia bisa membuat gajah bisa tunduk patuh dan tidak takut sang gajah akan melarikan diri. Padahal tali yang dipakaikan ke gajah hanyalah seutas tali ijuk.

Ia mengkisahkan bahwa sejak kecil gajah-gajah diikat kakinya dengan rantai baja yang sangat kuat. Rantai itu pun dikaitkan pada sebuag tonggak baja yang besar dan kuat tertanam.

Oleh karenanya, sang gajah kecil hanya bisa berjalan sepanjang rantai terbentang. Jikapun ia ingin melarikan diri, rantainya akan menahannya.

Sekuat apapun gajah kecil itu mencoba, tentu akan sangat sia-sia usahanya lepas dari cengkraman rantai baja yang memang sangat kuat. Atau mungkin karena kekuatan sang gajah kecil yang masih lemah untuk lepas dari rantai itu.

Usaha sang gajah kecil pun sepertinya selalu sia-sia. Hal ini berlangsung sampai sang gajah beranjak dewasa.

Apa yang terjadi? Ternyata gajah tersebut menyerah dengan keadaan. Di benaknya apa yang berada di pergelangan kakinya itu adalah rantai baja yang sama, yang kekuatannya jauh lebih besar darinya. Ia pun pasrah dengan apa yang harus ia kerjakan.

Di benaknya pula apa yang dilakukan adalah semata-mata perintah dari sang pawang yang mengikatnya, tanpa berpikir panjang bahwa ia bisa lolos dan menjadi seperti yang ia inginkan.

Dengan demikian, sang pawang tidak pernah khawatir lagi akan gajahnya. Baginya mengikat gajah dengan rantai tak jauh beda dengan tali ijuk.
Setiap hari, sang gajah hanya pasrah untuk dibawa ke ladang atau hutan untuk bekerja.


***
Sahabatku, banyak dari kita yang mungkin merasa ada seutas rantai baja yang sangat kuat membelenggu diri kita. Mungkin saja rantai itu adalah kebodohan, kemiskinan, atau keadaan yang tidak mendukung dalam kehidupan kita.

Kita merasa dididik dalam suasana yang tidak mungkin membuat kita menjadi baik dan sukses kelak. Lihat saja, kemiskinan dan pola pikir orang-orang disekeliling kita begitu kuat tertanam dalam benak kita yang menjadikan kita optimis akan masa depan.

Mungkin kita menganggap nasib sudah begini adanya. Tidak ada kata lain untuk bisa merubahnya.
Sahabat, bukankah Tuhan memberikan kita bekal yang sama didunia ini? ada karunia Tuhan yang sangat luar biasa ada pada diri kita. Namun, semua tergantung pada niat dan keteguhan hati apakah kita bisa merubah keadaan. Tentu ada doa dan usaha berjalan seiring...

Sahabatku, bukanlah kita harus menyalahkan keadaan yang demikian. Semua itu sesungguhnya adalah karunia yang diberi Tuhan untuk kita bisa/mau belajar,,,tidak ada yang tidak mungkin sehingga Tuhan Menghendaki,,,

Kita bisa melepas "rantai" itu sahabat, rantai yang membuat kita terkungkung, membuat kita tidak yakin akan masa depan yang gemilang,,,

Untuk sahabatku, tetaplah semangat,,tetaplah yakin Tuhan memberi jalan yang terbaik buat kita, di dunia atau mungkin di Akherat kelak selama ada do'a,keyakinan, usaha, dan tawakkal,,,

Sahabatku,
Terima Kasih telah membaca..SALAM MOTIVASI !!!

Assalamu'alaikum